<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414</id><updated>2012-02-16T04:12:22.540-08:00</updated><category term='cijantung'/><category term='porseni'/><category term='the jakarta post'/><category term='tk kartika'/><category term='kopasus'/><category term='Taman Wisat Situ Gintung'/><category term='amazing race'/><title type='text'>Rumah Kedua</title><subtitle type='html'>rumah, tempat belajar pertama anak --
sekolah, tempat terbaik berikutnya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-4107438791347863377</id><published>2011-11-14T12:26:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T13:35:14.454-08:00</updated><title type='text'>Sea Games nan Megah, Sekolah Libur dan Pembelajaran di Rumah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-vR8l1u1SGRY/TsF71SzauYI/AAAAAAAABE0/N3MsSdwawJ4/s1600/seagames.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vR8l1u1SGRY/TsF71SzauYI/AAAAAAAABE0/N3MsSdwawJ4/s200/seagames.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674953160974317954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama perhelatan perhelatan SEA Games XXVI, siswa SD, SMP dan SMA kecuali kelas VI, IX dan XII di Jakarta diliburkan.  Kaka dan Dede juga.  Denger-denger sih, biar Jakarta ga (makin) macet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sang Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijantopun bersuara, beliau menampik hal tersebut.  Menurut beliau, kebijakan libur sekolah ini dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mendukung atlet Indonesia yang nanti bertanding, selain untuk pembelajaran juga, bahwa, siswa dapat melihat bahwa perjuangan untuk mengharumkan nama bangsa bisa dilakukan di berbagai bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ini,  sebagai ‘orang rumahan’  ternyata ada beberapa hal yang harus jadi pembelajaran buat anak-anak agar bisa proporsional dalam melihat penyelenggaraan Sea Games ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama tentang opening Ceremony yang spektakuler&lt;/span&gt;. “Hebat mah, upacara pembukaannya keren…” &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Emang iya sih… Permainan teknologi, animasi, dan tata cahaya yang dipadukan dengan keterampilan 3.500 penari dan penyanyi berhasil  menyihir puluhan ribu penonton di Stadion Gelora Bumi Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan. Jutaan pasang mata yang menyaksikan upacara pembukaan dari layar kaca pun dibuat terpukau. Upacara pembukaan kali ini merupakan yang termegah, lebih megah ketimbang pembukaan Sea Games 1979, 1987, dan 1997 di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah searching  sana sini… hm… ternyata upacara ini menghabiskan biaya lebih dari Rp150 miliar. Dengan  jumlah yang sebegini  buanyyaaaak .. ya wajar  kalo acaranya megah banget. Justru wajib. Kalo engga spektakuler, megah nan menawan, jadi malah harus dipertanyakan kenapa bisa begitu....? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua, tentang target Indonesia jadi juara umum.&lt;/span&gt; “Hebat mah, emas Indonesia sudah banyak..."&lt;br /&gt;Ups tunggu dulu, kemarin  pas pembukaan liat ga jumlah atlit dari masing-masing negara yang ikut ambil bagian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pesta_Olahraga_Negara-Negara_Asia_Tenggara_2011#Partisipasi"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;, berikut jumlah atlet yang ikut berpartisipasi dalam Sea Games kali  ini, diurut dari jumlah terbanyak :&lt;br /&gt;Indonesia  -- 1059, Malaysia -- 891, Thailand -- 882, Vietnam -- 608, Filipina --- 512,  Myanmar -- 477, Singapura -- 417, Kamboja -- 163 (Brunei, Laos dan Timor Leste tidak terdata nih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan komposisi jumlah atlet yang memang paling banyak… so,  juara umum itu bukan saja target tapi sebuah keharusan. Udah tuan rumah,  jumlah atlet terbanyak kok ga jadi jadi juara umum, khan malah aneh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sea Games sudah tiga hari berlangsung, terima kasih buat kebijakan Pemda  DKI yang sudah meliburkan sekolah anak-anak. Paling engga, sekarang anak-anak di rumah sudah bisa menonton perhelatan Sea Games  ini dengan  lebih mengerti. Menunggu Indonesia menjadi juara umum dengan suasana bangga, yang  juga proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaya terus Indonesia...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-4107438791347863377?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/4107438791347863377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=4107438791347863377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/4107438791347863377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/4107438791347863377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2011/11/sea-games-nan-megah-sekolah-libur-dan.html' title='Sea Games nan Megah, Sekolah Libur dan Pembelajaran di Rumah'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vR8l1u1SGRY/TsF71SzauYI/AAAAAAAABE0/N3MsSdwawJ4/s72-c/seagames.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-1111822889192604186</id><published>2011-08-14T03:00:00.001-07:00</published><updated>2011-08-14T03:04:33.326-07:00</updated><title type='text'>PASSPORT  (Jawa Pos Agustus 2011) by Rhenald Kasali</title><content type='html'>Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas menguruspasport. Setiap mahasiswa harus memiliki “surat ijin memasuki dunia global.”. Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punyapasport.   &lt;span class="fullpost"&gt; Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan saya tidak tahu. Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuannya dari uang. Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri. Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, teknologi, kedewasaan, dan wisdom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis, yang merantau ke PulauJawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, bahkan semewah di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. Selain kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. Saat teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Next Convergence&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket pesawat saja tidak, apalagi memilikipasport .Maka bagi saya, penting bagi para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal lima ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh sembilan jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya ada di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat minimal satu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya. Kami menembus Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam bertarung melawan arus globalisasi. Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani. Saat anak-anakIndonesia ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang huruf tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang sudah punyapasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri. Sekali lagi, jangan tanya darimana uangnya. Mereka memutar otak untuk mendapatkan tiket, menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan mengedarkan kotak sumbangan. Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka bangkit. Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita, gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki pasport. Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari pasport pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. Di Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus Tambunan atau Nazaruddin yang baru punyapasport dari uang negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhenald Kasali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Besar Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:iloveindonesia &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-1111822889192604186?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/1111822889192604186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=1111822889192604186' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/1111822889192604186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/1111822889192604186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2011/08/passport-jawa-pos-agustus-2011-by_14.html' title='PASSPORT  (Jawa Pos Agustus 2011) by Rhenald Kasali'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-4582797150133406120</id><published>2010-11-26T13:28:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T13:39:01.725-08:00</updated><title type='text'>Lain tempat, lain pula cara field trip-nya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOTYVbtZUI/AAAAAAAABCg/wbGrS20fuQo/s1600/for%2Bblog.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOTYVbtZUI/AAAAAAAABCg/wbGrS20fuQo/s200/for%2Bblog.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558448411384833346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senang dan lega bisa mengawal acara Edutaiment Program untuk Angga dan teman-teman di kelas dua ini. Pada mulanya, beberapa orangtua sempat komplain karena tidak ada rapat untuk membahas acara di atas, tapi toh pada akhirnya, alhamdulillah  semua bisa berlangsung lancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu banyak pembelajaran yang bisa diambil dari keberlangsungan acara ini, buat saya pribadi, satu pertanyaan yang belum jua terjawab,  kenapa ya orang tua masih susah melepas anak pergi 'sendiri'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari acara Sinau Wisata kelas satu yang mengambil lokasi outbond di Situ Gintung. Sebagai  Komite Kelas, saya sepakat dengan yang lain untuk tidak menyediakan transportasi untuk orang tua, artinya jika ada orang tua yang ingin ikut terlibat, silahkan diatur sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di kelas dua ini juga sama. Apalagi kali ini tujuan yang kita ambil adalah indoor, kami (Komite Kelas) lagi-lagi tidak menyediakan akomodasi untuk para orang tua. Sebetulnya semata karena kami ingin full konsentrasi pada aktifitas anak-anak. Tapi, apa mau dikata..... beberapa orangtua tetap bersikeras mau ikut bahkan ada yang bersikukuh naik bis bersama anak-anak...hmmmmm...tentu saja ini jadi sedikit mengganggu.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal saja, kita sudah kewalahan mengatur tiket masuk untuk orangtua, yang sebenarnya tidak di plan untuk ikut. Tapi tetap saja, untuk keberlangsungan acara secara total, sang penanggungjawab masalah uang -menguang tetaplah harus ada. Maka, mengantrilah para orangtua (khususnya ibu-ibu, beberapa bahkan dengan adik kecil) untuk bisa ikut masuk.   dan ke'heboh'an kasak-kusukpun tak dapat dihindari....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika acara berlangsung di dalam kidzania, kehadiran orang tua nampak kadang membuat anak, terus nempel dengan orangtuanya, berbeda jika mereka tidak didampingi. Kebersamaan dan kekompakan yang semula ingin dibangun dalam aara ini, jadi terasa agak kurang efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sesederhana itu, kadang keterlibatan orantua yang sedemikian dalam, malah membuat anak jadi kurang terperhatikan. Masing-masing orangtua sibuk membahas detail acara, yang tidak jarang malah menimbulkan friksi diantara para orangtua yang ada, tentu saja ini (buat saya) kurang menarik, karena tidak memberi edukasi apapun, yang ada  malah sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inget dulu di Bangkok, dua kali field trip (tahun pertama indoor di Science Park Museum) lalu yang kedua di ChokChai Farm (Outdoor), AIT  benar-benar tidak mentolelir ada Parents yang ikut, yang mau tidak mau jadi membuat saya men-tega-kan diri melepas anak bersama dengan teman-temannya, tak peduli dia mau atau tidak, dia bisa atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti saya senang, sepulang dari acara tersebut, anak bisa cerita panjang (entah benar atau sebagaian besar hanya karangannya saja) lalu kita membahas bersama. karena saya (dipaksaA) tidak melihat, maka saya tidak punya kesempatan untuk membahas detail acara, yang pastilah....ada kekurangannya disana-sini. Tapi selama niatnya baik, untuk memberi pembelajaran pada anak-anak, bukankah sebaiknya sebagai orangtua, kita mendukung saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah...mungkin lain tempat, lain pula cara field tripnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, terima kasih buat pihak sekolah juga buat para orangtua yang sudah membuat acara ini berlangsung lancar, kalaupun ada kekurangan  disana sini, semoga di lain waktu bisa lebih baik lagi. Bravo anak-anak kelas 2  SDSN 01 ....&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-4582797150133406120?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/4582797150133406120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=4582797150133406120' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/4582797150133406120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/4582797150133406120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2010/11/lain-tempat-lain-pula-cara-field-trip.html' title='Lain tempat, lain pula cara field trip-nya'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOTYVbtZUI/AAAAAAAABCg/wbGrS20fuQo/s72-c/for%2Bblog.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-5133605310672331179</id><published>2010-08-30T16:23:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T22:54:45.254-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the jakarta post'/><title type='text'>Bobby's Beat  Contest dan Indahnya Keberagaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/THxHXZ_NH3I/AAAAAAAAA98/jQlAIAUxxtg/s1600/Copy+of+IMG_0003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/THxHXZ_NH3I/AAAAAAAAA98/jQlAIAUxxtg/s200/Copy+of+IMG_0003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511358511433195378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/THxF3FvL1SI/AAAAAAAAA90/1ACy1AWYQL8/s1600/IMG_0550.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/THxF3FvL1SI/AAAAAAAAA90/1ACy1AWYQL8/s200/IMG_0550.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511356856729851170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Acara Bobby's Beat yang digelar di redaksi The Jakarta Post Sabtu sore, 28 Agustus lalu, banyak pembelajaran yang sedianya bisa diambil. Khususnya untuk Angga dan saya pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang rasanya melihat &lt;a href="http://picasaweb.google.com/idanurbagus/BobbySBeatContest#"&gt;SD Negeri bisa bersanding dengan para international school, &lt;/a&gt;mungkin bukan dalam sebuah forum yang ideal dimana mereka berinteraksi secara langsung, tapi membawa mereka melihat pertemanan yang lebih luas, 'dunia' yang lebih beragam mudah-mudahan akan menjadi bekal mereka, bahwa dunia ini bukan hanya Indonesia, dan Indonesia bukan hanya Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini SD Negeri kerap dipandang sebelah mata (atau malah sering tidak dianggap) apalagi&lt;br /&gt;jika dibandingkan dengan SD Swasta yang biaya masuknya saja puluhan juta rupiah. Tapi dari acara seperti yang digelar Sabtu itu,  yang didatangi langsung olah Meydiatama Suryodiningrat The Jakarta Post  chief editor, mudah-mudahan di waktu yang akan datang bisa tercipta media  kondusif yang bisa membawa  akselerasi sekolah negeri dalam meningkatkan kualitas pendidikan,  dalam hal ini khususnya  bagaimana membawa anak-anak SD Negeri bisa  berbahasa inggris secara lisan dengan 'Pede' dalam  komunitas international.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, anak-anak dari SD negeri banyak disibukkan dengan materi-materi yang di dapat dari DIKNAS, bagaimana untuk meraih nilai yang setinggi-tingginya untuk kelak bisa mencapai nilai UAN yang (juga) setinggi- tingginya.  Tentu saja ini  bagus, dan tidak ada yang salah,  cuma alangkah indah ketika kita bisa mengisi hari-hari mereka di usia yang masih dini ini dengan menyajikan sesuatu hal yang kiranya  bisa memperkaya batin mereka  dengan menyuguhkan fenomena globalisasi akan luasnya kampung dunia dengan segala perbedaan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kelak ketika mereka tumbuh menjadi manusia dewasa, mereka akan menjadi manusia-manusia dewasa yang tidak saja cerdas, tapi juga  mampu melihat perbedaan dengan hati yang besar, kelapangan dada yang tinggi hingga mampu  melihat keragaman bukan untuk dipertentangkan tapi justru sebagai pelekat.  Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-5133605310672331179?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/5133605310672331179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=5133605310672331179' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/5133605310672331179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/5133605310672331179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2010/08/bobbys-beat-contest-dan-indahnya.html' title='Bobby&apos;s Beat  Contest dan Indahnya Keberagaman'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/THxHXZ_NH3I/AAAAAAAAA98/jQlAIAUxxtg/s72-c/Copy+of+IMG_0003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-2541546379891682885</id><published>2010-07-04T14:00:00.001-07:00</published><updated>2010-07-07T12:16:52.580-07:00</updated><title type='text'>Liburan sambil belajar  peta  Ngurah Rai Airport …</title><content type='html'>Ada yang seru ketika liburan lalu di Bali.  Setelah jalan-jalan di pagi – siang dan malam, satu hal menarik yang  kami dapat  adalah: ternyata Bandar Udara Ngurah Rai di Bali merupakan bagian dari objek wisata yang ikut mempercantik Bali. Lihat saja, ketika  bandar udara lain biasanya berada jauh di luar kota, Ngurah Rai berada tepat di jantung kota, hingga deru riuh mesin, degub landing dan take offnya pesawat, serta   lampu landas pacu di malam hari membuat Ngurah Rai Airport benar-benar terasa indah bagi para wisatawan yang melihatnya,   dan Dede termasuk yang menikmati itu semua…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama saat makan di &lt;a href="http://ganeshacafe.com/"&gt;Ganesha- Jimbaran&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TDD6AZwV5sI/AAAAAAAAA6U/MROnhPo49kM/s1600/test1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TDD6AZwV5sI/AAAAAAAAA6U/MROnhPo49kM/s200/test1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490162830585226946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seharian jalan-jalan keliling Bali, jam makan  malam kami dibawa untuk menikmati hidangan seafood bakar ala  Jimbaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jimbaran atau Kedongan adalah nama dua  desa  bertetangga yang  memiliki pantai  indah dan kaya akan hasil laut.  Dibandingkan pantai di Kuta, Dreamland, Nyang Nyang atau yang lainnya, di sini selain menikmati suasana pantai dengan ombak  yang besar kami  juga bisa  menikmati gurihnya seafood. Hmmmm….mantaaaap….&lt;br /&gt;Begitu memasuki kawasan pantai Jimbaran atau kedonganan di sore hingga  malam hari, kehidupan akan terlihat dimulai. Di pantai berjejer banyak cafe seafood yang menawarkan berbagai pilihan dengan harga yang relative terjangkau. Tergantung berapa berat ikan an jenis yang kita  pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 30 menit pun, makanan akan siap dihidangkan. Malam itu, masing-masing kami   di suguhi menu special,  pelecing dalam satu piring sedang, kepiting, ikan bakar, 3 pcs udang, cumi goring tepung dan  kerang yang di sajikan dalam piring panjang besar. Weshhhh…. Mantap banget…&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TDECQ0C4pRI/AAAAAAAAA6k/XDdh2AYjba0/s1600/ganesha+menu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TDECQ0C4pRI/AAAAAAAAA6k/XDdh2AYjba0/s200/ganesha+menu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490171908613252370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang seru sambil menikmati hidangan malam, suara debur ombak membuat malam jadi terasa kian berkesan. Lampu-lampu yang temaram di ujung-ujung meja membuat putihnya ombak yang menderu di bibir pantai jadi terasa indahnya.  Lamat-lamat ada alunan music live di sebelah meja kami. Sambil menikmati desir ombak yang menyapu bibir pantai dengan ganasnya, manisnya udang dan gurihnya cumi yang di sajikan jadi terasa makin lezaat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan di Bali, kawasan ini memang dikenal sebagai satu-satunya seafood center yang terbesar dan paling ramai. Mungkin bukan hanya di Bali, susah juga  menikmati hidangan makan malam langsung di bibir pantai dengan keindahan suasana  seperti ini.&lt;br /&gt;Yang lebih membuat special lagi, nun jauh  di sebelah timur di mana kami duduk, tampak kerlap-kelip lampu NGurah Rai. Bandara yang masih aktif beroperasi hingga malam itu seperti ingin  turut menyajikan atraksi landing dan take off-nya pesawat.  Dinner time in Jimbaran malam itu, benar-benar tidak saja membuat perut kenyang, tapi suasana yang ikut dihadirkan benar-benar terasa lain dan special.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TDD6QZ1kVRI/AAAAAAAAA6c/QEbkAxlM4U0/s1600/Copy+of+IMG_0176.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TDD6QZ1kVRI/AAAAAAAAA6c/QEbkAxlM4U0/s200/Copy+of+IMG_0176.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490163105485051154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, saat menyusur pantai Kuta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pagi menyapa dengan sinar matahari yang belum begitu  terik,  kami memutuskan untuk perlahan menyusuri pantai Kuta. Keluar hotel, di kanan dan kiri jalan Nampak banyak pertokoan yang lumayan lengkap, dari menjual kaos-kaos, biro-biro perjalanan sampai deretan mobil yang siap di sewa berjajar di sepanjang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa jauh, hanya kira-kira lima menit sampailah kami di  bibir pantai. Hmmm, ternyata pantai Kuta sudah sedemikian mempercantik diri.  Menempel dengan pelataran  hotel-hotel yang berjajar disepanjang pantai, sudah dibuat jalan setapak yang khusus diperuntukan bagi pejalan kaki dan para pengguna sepeda. Ini membuat pantai jadi jauh lebih teratur dan rapi, rimbunnya pepohonan yang ada serasa mampu merubah angin laut yang biasanya panas, jadi jauh lebih terasa sejuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami berada dipenghujung jalan dan laut lepas nampak di hadapan,  maka kami memutuskan untuk menyusur ke kiri. Apalagi komposisi kanan jalan Nampak lebih  lebih rungut. Terus berjalan sepanjang pantai sambil sesekali melihat para ibu-ibu Bali sedang mengepang rambut turis-turis asing, baik anak-anak juga ibu-ibunya.&lt;br /&gt;Surprise…… nun jauh di ujung sana, kok ya….nampak pesawat sedang take off dan landing. Artinya…. Kalau tadi malam kita makan sambil melihat di sebelah kanan ada   Bandara Nurah Rai, setelah kini kami menyusur pantai, sekarang kami melihat (lagi) Ngurah Rai yang ternyata ada di sebelah kiri hotel yang kita tempati. Pertanyaan santai buat kaka dan dede…? Sekarang  kebayang ga gimana map dari tiga tempat itu? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jimbaran – Ngurah Rai – dan Aston Hotel?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gampangnya, gini, kalo kita terusin jalaaaaaan aja  memanjang sepanjang pantai Kuta kita pasti akan nyampe di Bandara Ngurah Rai,  habis itu jalaaaaaaan lagi, nyampe deh  di Jimbaran tempat kita makan tadi malem….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooooo…. Gitu to…..&lt;br /&gt;Hmmmm ternyata Bali benar-bener penuh kejutan, kejutan akan hal-hal indah, juga  kejutan akan hal-hal sederhana seperti ini….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(foto koleksi pribadi dan  dari web Ganescha Cafe Ajimbaran)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-2541546379891682885?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/2541546379891682885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=2541546379891682885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/2541546379891682885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/2541546379891682885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2010/07/liburan-sambil-belajar-map-ngurah-rai.html' title='Liburan sambil belajar  peta  Ngurah Rai Airport …'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TDD6AZwV5sI/AAAAAAAAA6U/MROnhPo49kM/s72-c/test1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-8509426755334473265</id><published>2010-02-24T14:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T08:47:25.737-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taman Wisat Situ Gintung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amazing race'/><title type='text'>Launching  Web Baru di Situ Gintung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/S4Wicm8QBAI/AAAAAAAAA1w/0G8dAJlG4_g/s1600-h/happy.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/S4Wicm8QBAI/AAAAAAAAA1w/0G8dAJlG4_g/s200/happy.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441934337120404482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari yang dinanti tiba.  Rabu, 24 Februari 2010, anak-anak kelas 1A dan 1B di dampingi guru kelas, Bu Endang dan Bu Nursyam,  Bu Asmaul, Pa Haji, Pa Syafa'at juga  Kepala Sekolah Ibu Hj. Syamsiah siap melakukan Sinau Wisata Ke Taman Wisata Pulau Situ Gintung. Pasti seru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya Sinau Wisata  ini dirancang untuk  anak-anak (saja), cuma pada pelaksanaannya, ternyata, jumlah orang tua alias pendamping yang ikut lha kok lebih banyak dari jumlah anak yang ikut outbond. Walah-walah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara  ini, barangkali bisa sekalian  menandai launching&lt;a href="http://sdnbaru01.co.cc"&gt; web baru SDN Baru 01 Cijantung.&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Congrats&lt;/span&gt; buat Bu Asma yang sudah begitu canggih membuatkan  web buat SD kita. Selamat ya Bu  webnya membanggakan... Jadi &lt;a href="http://sdsn01cijantungjakarta.blogspot.com/"&gt;web lama Angga&lt;/a&gt; sudah bisa diganti dengan yang jauh lebih hebat......&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu dengan tak sabar, begitu  bis datang, anak-anak sudah sedemikian antusias, mereka berlomba naik bis yang kapasitasnya banyak itu. Busway ala Kopasus. Mantaaap...Besaaar banget.... Sepanjang perjalanan,  anak-anak terlihat  asik dengan tawa, nyanyi dan canda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan menurut beberapa orang, masuk kawasan Situ Gintung jangan pake bis besar. Apalagi  ketika ada  orang tua yang bilang, &lt;span style="font-style:italic;"&gt; bisa-bisa anak-anak jalan menuju lokasi, karena bis tidak bisa masuk.&lt;/span&gt; Sebagai panitia, kita ketar-ketir juga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh...ternyata, Pak Sulaeman menunjukan kualitas driver yang yahud banget.... tanpa ada halangan berarti, belokan yang katanya tajam itu, dengan mudahnya terlampaui, bagai tanpa kendala sama sekali.  Salut!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di tempat, kegembiraan anak-anak semakin terlihat nyata,&lt;a href="http://picasaweb.google.com/idanurbagus/SinauWisata2010#ttp://"&gt; foto-foto bisa di liat di sini.&lt;/a&gt; Jembatan goyang, titan tali, titian tangga, lorong friksi sampai flying fox. Semua dinikmati anak-anak dengan ceria, apalagi saat itu hari bersahabat sekali, tidak hujan dan tidak juga terik, jadi ...enak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Angga, ini perjalanan yang asik, setelah dia nyaris setiap hari nonton Amazing Race dan Viking, inilah saatnya dia mencoba apa yang dia lihat, yang ternyata ... tidak gampang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai acara outbond, diselingi lunch yang buru-buru, anak-anak langsung nyemplung ke kolam renang, berenang bersama. Meski kelelahan nanpak di wajah mereka, rona bahagia bisa bermain dengan  teman-teman jauh lebih terpancar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih buat semua, buat pihak sekolah yang sudah memberi arahan, masukan dan supportnya, buat para orang tua yang sudah mendukung dengan caranya masing-masing  untuk suksesnya acara ini, juga buat Pak Cecep tentu saja, kalau tidak ada beliau, Komite pasti kerepotan sekali....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, anak-anak mungkin bisa pergi dengan keluarga ke tempat-tempat yang jauh lebih spektakuler dan menantang, tapi pergi dan bermain  bersama dengan teman-teman satu kelas, jelas memberi satu  pengalaman tersendiri buat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua senang rasanya melihat anak-anak happy untuk kemudian tidur pulezzzz di malam hari....&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Have a nice dreams kids ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-8509426755334473265?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/8509426755334473265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=8509426755334473265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/8509426755334473265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/8509426755334473265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2010/02/merayakan-web-baru-di-situ-gintung.html' title='Launching  Web Baru di Situ Gintung'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/S4Wicm8QBAI/AAAAAAAAA1w/0G8dAJlG4_g/s72-c/happy.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-8739229746389916260</id><published>2009-10-12T23:27:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T15:07:57.745-08:00</updated><title type='text'>Komite Sekolah Vs dana BOS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/S5Veor1OVpI/AAAAAAAAA3E/ZFRmbQFPZoc/s1600-h/IMG_0042.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/S5Veor1OVpI/AAAAAAAAA3E/ZFRmbQFPZoc/s200/IMG_0042.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446363377428223634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Benarkah&lt;/span&gt; yang dibilang orang-orang, kalau Komite Sekolah tidak ubahnya seperti BP3 dulu. Eksistensi Komite Sekolah dipandang hanya sebagai wadah penghimpun dan pengumpul dana dari para orang tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Katanya &lt;/span&gt;kebiasaan masa lalu (masa berlakunya BP3), masih sering terjadi hingga sekarang, dimana para pengurus dan anggota tidak banyak dilibatkan langsung dalam penyusunan program-program sekolah, kecuali sekedar sebagai pengumpul dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lihatlah &lt;/span&gt;pada awal tahun pelajaran biasanya para pengurus hanya disodorkan Anggaran Biaya Sekolah yang telah disusun oleh pihak sekolah. Selanjutnya, pengurus Komite Sekolah menawarkan kepada anggota sejumlah Anggaran Biaya Sekolah yang harus dipikul oleh para orang tua.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang terjadi suatu pembicaraan, misalnya pihak orang tua dan masyarakat diajak untuk membicarakan bagaimana cara-cara mengatasi hambatan yang terjadi dalam pembelajaran. Atau bagaimna cara peningkatan mutu pendidikan di sekolah sesuai dengan kemampuan pengurus Komite tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini lebih diperparah setelah sekolah mendapatkan bantuan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Jika dahulu untuk menjalankan roda operasional sekolah, pihak manajemen sekolah  selalu dibantu oleh Komite Sekolah, dengan adanya dana BOS, peran Komite Sekolah jadi kurang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peran Komite Sekolah dalam pengembangan sekolah ditengarai belum optimal. Selama ini hanya mengutamakan pengumpulan dana dan pengembangan fisik sekolah, belum menyentuh pembangunan non fisik” (Ari Amin Hamidah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika bicara tentang Konsep Mutu Pendidikan, maka pertama yang akan dikejar adalah prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi yang dicapai (student achievement) dapat berupa hasil tes kemampuan akademis, dapat pula prestasi bidang lain seperti olah raga, seni atau keterampilan tertentu (komputer, beragam jenis teknik, jasa). Bahkan prestasi sekolah dapat berupa kondisi yang tidak dapat dipegang (intangible) seperti suasana disiplin, keakraban, saling menghormati, kebersihan, dan sebagainya (Umaedi, 1999:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah Komite Sekolah berperan dalam Peningkatan Mutu Sekolah selain sebagai lembaga pengumpul dana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya tentu saja bisa.&lt;br /&gt;Apalagi jika pengertian mutu yang dimaksud adalah gambaran dan karakteristik yang menyeluruh dari barang - barang dan jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukan dalam konteks pendidikan.  Input, proses dan output pendidikan (Depdiknas Buku 1 MPMBS, 2001:25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena kebutuhan untuk keberlangsungan proses. Input pendidikan meliputi SDM dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu bagi berlangsungnya proses dan pencapaian target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pendidikan adalah berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input, sedangkan sesuatu yang diperoleh dari hasil proses disebut output.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Output pendidikan merupakan hasil kinerja sekolah. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan adanya hubungan yang harmonis antar sekolah dan masyarakat yang diwadahi dalam organisasi Komite Sekolah, sudah barang tentu mampu mengoptimalkan peran serta orang tua dan masyarakat dalam memajukan program pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebagai orang tua yang mempunyai dua anak sekolah ... saypun ingin mewujudkan mutu pendidikan anak-anak agar lebih baik lagi, melalui Komite Sekolah yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-8739229746389916260?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/8739229746389916260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=8739229746389916260' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/8739229746389916260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/8739229746389916260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2009/10/komite-sekolah-vs-dana-bos.html' title='Komite Sekolah Vs dana BOS'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/S5Veor1OVpI/AAAAAAAAA3E/ZFRmbQFPZoc/s72-c/IMG_0042.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-6525485170253765952</id><published>2009-07-26T18:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T18:41:51.882-07:00</updated><title type='text'>Jakarta bridges gap between state and international school?</title><content type='html'>Everyone of us who are parents want our children to have the inner power to succeed in their work, their gamilies and theis lives. We want them to know  they can make a difference with their lives. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With their international orientation and biligual classes, National "plus" school or RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar International) have gained wide popularity in Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For me, as a mother of three children, ideally, there must be a  programs between state and international schools across Jakarta to minimize the gap in quality between the two. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe we can try with the intercultural program as early as we can. Not for the high school only. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why should  intercultural program in kindergarten or grade 1 or 2?  I think,  this is  a perfect time to study a new language; it gets harder to learn as we get older. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;English language gives children a competitive advantage for schools, and perhaps more importantly, it helps them discover another culture and truly connect with people. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I think the educators and the parents should be encouraging students to work together for social change. For children from international school there will see local culture and national identity, what the real Indonesia children doing in the state school. They can play a lot and learn from one another. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the Indonesia children, they will be understood why English lesson is important. Not just for rapport only but for make a chit chat with they new friend. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When they get together, they learn a lot, because now they know that all children have rights.  The children will learn this by playing with other children in state school activities. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intercultural program works with children, state and International, holding encounters in which they play and learn from one another.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They can share important topics like the rights of children, children have the right to health, education, life, to a name and nationality and espesially to equality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This wonderful program, when used creatively, helps children to experience their own power to make a difference.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-6525485170253765952?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/6525485170253765952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=6525485170253765952' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/6525485170253765952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/6525485170253765952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2009/07/jakarta-bridges-gap-between-state-and.html' title='Jakarta bridges gap between state and international school?'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-4905168634872744863</id><published>2009-07-24T18:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T20:00:50.068-07:00</updated><title type='text'>Bomb Marriot Vs Built Borobudur</title><content type='html'>When i told my 13-year-old daughter  of the bomb in JW Marriott and Ritz-Carlton, she did nothing.  She just confused abut the television news.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why do they want to put us through more the same news? As in historical class mom, why do they think we will love our country by remembering about battles, blood and death? Why is history so full of killing and scary events, until now? What is the point of making us remember so many difficult names and dates?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a mother,  I said we need to know about historical roots to know who we are so we can move forward confidently.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, why don't we learn about how the Borubudur were built or anything is better than blood and death?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O..o...., what should I answer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-4905168634872744863?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/4905168634872744863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=4905168634872744863' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/4905168634872744863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/4905168634872744863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2009/07/bom-marriot-vs-built-borobudur.html' title='Bomb Marriot Vs Built Borobudur'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-3110509029452676638</id><published>2009-06-30T09:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T06:15:56.846-07:00</updated><title type='text'>SDSN Yang Kini Jadi Rebutan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/Sko5PWLAyyI/AAAAAAAAAeU/Yb1ZCYn56ys/s1600-h/PPDB+SD+SSN+2009.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/Sko5PWLAyyI/AAAAAAAAAeU/Yb1ZCYn56ys/s200/PPDB+SD+SSN+2009.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353154042895846178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(foto dari Warta Kota, 8 Juni 2009)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan dan ide tentang sekolah gratis sudah beberapa tahun terakhir ini jadi obrolan di masyarakat, khususnya para ibu-ibu yang anaknya di TK B (termasuk saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orangtua sekarang sangat bersemangat  untuk bisa memasukan anaknya di SD Negeri, baik yang regular, syukur-syukur bisa di SDSN (Sekolah Dasar Standar nasional), atau malah SD RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) karena  SD Negeri sekarang sudah sedemikian  berbeda dengan SD jaman dulu, apalagi ketika barang-barang kebutuhan pokok melonjak akibat gonjang-ganjing kenaikan harga BBM, sekolah gratis   tentu jadi sesuatu yang menggiurkan. Bagaimana tidak, ga lagi beban untuk bayar uang pangkal, ataupun uang SPP/bulanan. Sayapun jadi ikut tergiur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, Angga sudah diterima di SD Swasta (satu Yayasan dengan TK-nya), tapi  saya masih juga mengiyakan ajakan dari beberapa ibu untuk ikut pendaftaran dan tes di SD Negeri Standar Nasional (SDSN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini &lt;a href="http://www.wartakota.co.id/read/pendidikan/5642"&gt;SDSN di Jakarta &lt;/a&gt;jumlahnya ada  25 sekolah, (di Jakarta Timur ada 5 SD, SDN Cijantung 03 Pg, SDN Dukuh 09 Pg, SDN Cijantung  01 Pg, SDN Makasar 06 Pg dan SDN Cibubur 11 Pg), yang kami pilih kemarin adalah SD SN 01 Cijantung, yang hanya menampung 28 siswa per kelas, sementara yang daftar ada sekitar 200an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun lalu berbondong-bondong mengikuti semua proses sendiri. Dari menunggu proses pengambilan formulir dibuka, mengantri mengambil formulir,  mengcopy persyaratan yang dibutuhkan, mengikuti 2 hari tes dan melihat hasilnya (dengan deg-degan, bayangkan 200an anak harus  memperebutkan 56 kursi, tegang juga tentunya). Semua kami lakukan sendiri, sambil guyon dan makan snack kecil untuk melepas jenuh menanti proses yang panjang itu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(makasih Eyang atas donat dan teh kotaknya…).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buat para orang tua,   khususnya yang tahun depan memiliki anak usia SD, siapa tahu info berikut bisa jadi masukan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, kayanya ga usah terlalu mendengarkan rumor-rumor yang bikin keder, apalagi  dengan omongan ini-itu yang katanya pakai bayar-membayar, atau titip menitip. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Sekolah SDN 01 (tempat saya mendaftar) dengan tegas dari awal sudah wanti-wanti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kalau map yang diserahkan tidak boleh ada coretan apapun, karena kami tidak menerima siswa titipan&lt;/span&gt;, kata beliau pagi itu, saat membuka Penerimaan Siswa Baru. Apalagi dengan adanya pengawas dari kanwil, seluruh proses PSB nampak fair dan terbuka sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt; , berdasar pengalaman kemarin, mudah kok, yang penting mencukupi persyaratan yang diminta, yaitu: &lt;br /&gt;1. Usia anak sudah 6 tahun per 13 Juli (untuk tahun ini), dibuktikan dengan membawa akte dan KK asli. kalau kurang dari yang disyaratkan, komputer sudah otomatis menolak. Jadi sang anak sudah pasti tidak bisa ikut tes masuk&lt;br /&gt;2. Lulus tes tertulis dan wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu 3 hari, hasil tes akan diumumkan secara terbuka. Semua peserta tes dirangking dari nomer 1 s/d no peserta terakhir. Ini hasil tes Angga, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari ke-1 Tes Tertulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan Bilangan 70&lt;br /&gt;Pengelanan Kelompok 100&lt;br /&gt;Ketelitian  85&lt;br /&gt;Kreatifitas 85&lt;br /&gt;Keterampilan 79&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari ke-2 Tes Lisan / Wawancara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan 75&lt;br /&gt;Baca 85&lt;br /&gt;Tulis 70&lt;br /&gt;Seni 70&lt;br /&gt;English 90&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total Nilai 800 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan system yang sangat terbuka dan transparan begini, maka anak yang diterima adalah anak dari rangking 1 s/d nomer 56 (Angga nomer 15). Pasing grade tahun ini adalah 730.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sekali lagi,  buat para orangtua yang tahun depan anaknya sudah siap masuk SD &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(terutama mama Puteri),&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; silahkan anaknya dipersiapkan dari sekarang, mumpung waktunya masih panjang. Okey….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-3110509029452676638?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/3110509029452676638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=3110509029452676638' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/3110509029452676638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/3110509029452676638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2009/06/ssn-yang-kini-jadi-rebutan.html' title='SDSN Yang Kini Jadi Rebutan'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/Sko5PWLAyyI/AAAAAAAAAeU/Yb1ZCYn56ys/s72-c/PPDB+SD+SSN+2009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-4373195556931596003</id><published>2009-06-21T14:20:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T11:18:18.207-07:00</updated><title type='text'>Walk to school</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/S6uozZjdUPI/AAAAAAAAA4E/Fv2k-ytGM7U/s1600/dede+polsanak.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 85px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/S6uozZjdUPI/AAAAAAAAA4E/Fv2k-ytGM7U/s200/dede+polsanak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452637374848520434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(KumKum 17-18 April 2010)&lt;br /&gt;The Union of Concerned Scientists, a group of over two thousand scientists, has concluded that global warming is beyond dispute, and already changing our climate. The last 30 years have seen the warmest surface temperatures in recorded history, and the past several years have been among the warmest on record.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Global warming, so how hot will it get, how soon and what effect?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(from National Geographic news) John Harte, an ecosystem sciences professor at the University of California, Berkeley, is already seeing possible future outcomes of global warming.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For 15 years, he has artificially heated sections of a Rocky Mountain meadow by about 3.6°F (2°C) to study the projected effects of global warming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Harte has documented dramatic changes in the meadow's plant community. Sagebrush, though at the local altitude limit of its natural range, is replacing alpine flowers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;More tellingly, soils in test plots have lost about 20 percent of their natural carbon. This effect, if widespread, could dramatically increase Earth's atmospheric CO2 levels far above even conventional worst-case models. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Global warming can be slowed, and stopped, with practical actions that yield a cleaner, healthier atmosphere.  We can contribute to this global cause with personal actions to slow down and eventually reverse global warming trough everyday awareness of our enerfy use. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The question is: will we act soon enough?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a mother of three children, I think we need start teaching our children how to save our planet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What better way to do it ? &lt;br /&gt;For me,  I teach my children to go to school by walking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This relatively simple idea has many benefits:more walker, less cars, less traffic, less pollution, less trafic accidents, less CO2 emissions, less car related pollution overall. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walk to school that can help us teach our children about save planet earth, nature more than "green". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our individual efforts are especially significant in my city like Jakarta, where individuals release so many of carbon dioxide per person every year.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The goal is to bring global warming unfer control by curtailing the release of carbon dioxide and other heat-trapping "freenhouse" gases into the atmosphere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We can help immediately by becoming more energy efficient. Reducing our use of oil, gasoline and coal also sets an example for others to follow. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With walk to school, the kids  to be inspired to do anything what they can do.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-4373195556931596003?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/4373195556931596003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=4373195556931596003' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/4373195556931596003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/4373195556931596003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2009/06/walk-to-school.html' title='Walk to school'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/S6uozZjdUPI/AAAAAAAAA4E/Fv2k-ytGM7U/s72-c/dede+polsanak.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-7916861290256029180</id><published>2009-04-25T01:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-30T09:20:40.463-07:00</updated><title type='text'>AQSA Living Blog Competition 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/Sko7T8GlF2I/AAAAAAAAAfM/B62AcbEMwvw/s1600-h/aqsa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 59px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/Sko7T8GlF2I/AAAAAAAAAfM/B62AcbEMwvw/s200/aqsa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353156320820533090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari dunia Anak menuju maju  eksport Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membahas tentang mebel kayu, artinya adalah bicara tentang kenyamanan hidup manusia. Bagaimana tidak, dari bangun tidur, makan pagi, tidur siang, ngaso disore hari, sampai dipenghujung malam, segala aktifitas yang kita lakukan semua berkaitan dengan yang namanya mebel. Di sekolahpun  anak-anak kebanyakan menggunakan &lt;a href="http://www.aqsaliving.com/"&gt;mebel dari kayu&lt;/a&gt;, baik untuk duduk dikelas maupun atau ketika jam istirahat datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jumlah perumahan dan dunia sekolah kian hari kian banyak, bisa dibayangkan berapa jumlah mebel kayu yang dibutuhkan. Belum lagi bagi mereka yang ingin menganti mebel lama dengan model terbaru, tentu jumlah pemakai mebel kayu akan bertambah lagi. Ini untuk pangsa dalam negeri, untuk eksport tentu kondisinya tidak jauh berbeda. Tidak heran jika furniture kayu merupakan pasar potensial yang sangat besar karena kebutuhan akan &lt;a href="http://www.aqsaliving.com/"&gt;furniture kayu&lt;/a&gt; selalu berkembang secara kuantitas maupun kualitas di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, tinggal darimana ya kita bisa meningkatkan kualitas eksport mebel kayu di tanah air? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dibandingkan dengan mebel import, sebetulnya mebel kita tidak kalah, tapi coba bandingkan harganya…. Wah…. Harga produk-produk mebel impor bisa 10X lipat dari  harga-harga mebel kayu di pinggir-pinggir kota di tanah air. Kenapa ya hal ini bisa terjadi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bangsa yang kaya akan kayu dari mana kita akan mulai mengejar ketertinggalan. Mungkinkah di mulai dari sektor pendidikan anak-anak?&lt;br /&gt;Hal ini bukan tidak mungkin jika saja pendidikan tidak melulu berorientasi pada menyampaikan informasi guna meraih kepandaian serta keterampilan dalam rangka mengejar kepentingan pribadi, hingga kadang lupa memberi gambaran akan lanskap negeri secara keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan anak-anak TK saat ini sudah banyak dibuat stress dengan pelajaran membaca dan berhitung. Anak-anak SD (sejak tahun lalu) sudah dipusingkan dengan UAN, persis seperti kakak tingkat mereka di SLTP dan SLTA. Sementara di level universitas, mahasiswa kebanyakan sudah berorientasi untuk bagaimana mengejar pekerjaan pasca mereka lulus. Kecintaan akan tanah air dan apa yang terkandung didalamnya , terasa sangat jarang didengungkan kapada anak-anak saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang saat ini pelajaran tentang Indonesia yang berbentuk kepulauan sudah masuk dalam materi pelajaran IPS. Anak saya juga sudah sering diberi tugas untuk mengambar peta Indonesia lengkap dengan gambar laut dan pulau-pulau kecilnya. Namun para guru (barangkali) lupa menyisipkan beberapa muatan real yang saat ini terus berlangsung. Lihatlah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walaupun kita negeri kelautan, tapi justru negari-negari asing yang memanfaatkan kelautan kita, ini nampak dari cacatan yang direlease oleh Departemen Perikanan, Kelautan dan Pulau-pulau Kecil (2005) negara telah dirugikan karena illegal fishing mencapai US.$.1 milliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup hanya itu, melimpahnya buah-buah impor membuat buah lokal jadi makin terpinggirkan. Padahal  dalam pelajaran di kelas, selalu didengung-dengungkan kalau negeri kita adalah negera agraris, yang kaya akan hasil buminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun dengan dunia per-mebel-an. Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu jati padahal sudah  terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu itu sendiri. Tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas dan penampilan sebanding dengan kayu jati. Tak hanya itu, kayu keras seperti, merbau, bangkirai, kamper dan kayu kelapa, bahkan kayu ulin (yang karena kerasnya sering disebut dengan istilah kayu besi) banyak terdapat di negeri ini. Ini (sepertinya) tidak pernah tersampaikan di ruang kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak jarang yang tahu bahwa kayu jati yang top banget ini, yang  mereka pakai sebagai furniture di rumah-rumah mereka berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah potensi hasil bumi yang tiada duanya di dunia ini. Apalagi jika kita bisa pandai mengolesnya sehingga makin bernilai jual tinggi di dunia international.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu kamper dan bangkirai berasal dari Kalimantan, serta kayu kelapa berasal dari Sulawesi pun bisa tidak kalah hebat karena  kekuatannya, keunikan serat dan warnanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi pohon Jati bukanlah jenis pohon yang berada di hutan hujan tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Hutan jati tumbuh dengan baik di daerah kering dan berkapur di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Jawa adalah daerah penghasil pohon Jati berkualitas terbaik yang sudah mulai ditanam oleh Pemerintah Belanda sejak tahun 1800 an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal sederhana dan praktis seperti di atas idealnya harus tersampaikan kepada anak-anak, sehingga anak-anak sedari dini sudah paham akan kekuatan negerinya. Istilah bagai rangkaian mutiara manikam, harusnya dikenalkan dengan bentuk real, bukan hanya teori-teori belaka. . Setelah mereka mengerti akan geologi dan kandungan apa saja yang ada di dalam negerinya, baru kelak mereka bisa dipancing untuk bersama-sama berpikir bagaimana memanfaatkan dan menyelamatkan negeri ini dari bahaya serbuan pihak asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya hal ini bisa ditanam sejak dini, di usia yang cukup akan mudah memancing mereka untuk bicara tentang ekspor. Bagaimana menjual produk-produk tanah air ke dunia luar guna meningkatkan kemakmuran masyarakat di negeri tercinta ini. Bukan sebaliknya, seperti yang banyak terjadi saat ini. Kita berlomba-lomba memakai, atau memakan produk import yang kadang (demi gengsi) tidak peduli walau harganya jauh lebih mahal. Mengenaskan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, maju eksport Indonesia adalah semangat optimisme yang harus dibangun sedini mungkin. Dan hal ini sangat bisa dimulai dari bangku pendidikan dan di rumah dengan mengenalkan kekayaan tanah air pada anak-anak kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengenalkan sejak sejak dini, mudah-mudahan di masa yang akan datang, ketika mereka besar, anak-anak akan cinta akan tanah air dan mendayagunakannya segala potensi yang ada untuk kemakmuran masyarakat di negeri tercinta ini. Ini yang kita harapka bersama. Semoga!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-7916861290256029180?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/7916861290256029180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=7916861290256029180' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/7916861290256029180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/7916861290256029180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2009/04/dari-dunia-anak-menuju-maju-eksport.html' title='AQSA Living Blog Competition 2009'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/Sko7T8GlF2I/AAAAAAAAAfM/B62AcbEMwvw/s72-c/aqsa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-1394007230534317973</id><published>2009-01-28T05:46:00.001-08:00</published><updated>2009-06-30T09:18:44.111-07:00</updated><title type='text'>Police, Friends of Children</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/Sko62M0HmGI/AAAAAAAAAfE/tRBbMthDT2o/s1600-h/IMG_1975b.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 85px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/Sko62M0HmGI/AAAAAAAAAfE/tRBbMthDT2o/s200/IMG_1975b.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353155809910429794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/Sko6x-oaryI/AAAAAAAAAe8/_5V8GMGPRJo/s1600-h/police1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 85px; height: 128px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/Sko6x-oaryI/AAAAAAAAAe8/_5V8GMGPRJo/s200/police1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353155737383776034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;New statistics show that one Indonesian dies on average every hour in traffic accidents, with the total number of deaths having reached 15,762 in 2006, data from the Indonesian police shows according to an article in the Jakarta Post. It means that last 2 year, traffic accident killed 1,300 people every month, 45 every day or two people every hours. Also my daddy, he died suddenly with a traffic accident two years ago.  The police said he was deeply concerned that most accidents were caused by people’s ignorance of traffic rules. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mid November 2008, &lt;a href="http://picasaweb.google.com/idanurbagus/Polsanak2008#"&gt;in my son kindergarten,&lt;/a&gt; around 160 children from TK Kartika VIII-1, Jakarta Timur, participated a program called Police, Friends of Children, program initiated by Dikyasa Polda Metro Jaya. They visited kindergarten and elementary school students to teach them about traffic signs and regulations and the work of traffic police.  A team of three to four traffic police visits schools to disseminate information on traffic regulations and safety.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The children was so happy. They  lesehan (sitting cross-legged on mats), watched TV program, and listened what the Brigadir Yanti and BripkaTyas said. They continued the session with a question about streen sign.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Who knows this sign?”, Brigadir Ani and Brigadir Yanti asked the children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Me, me…!” Angga, one of the children said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The sign comes complete with traffic signs, transportation simulations and miniature zebra cross for the children. The children and the police looked friendly. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''That’s what we want, this is an opportunity to make kids like police," said Briptu Yudishira.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In general, police are considered "monsters" among school children. Police will also be aimed at educating children to become traffic conscious and obey traffic rules when they become drivers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Police urged all motorists to obey traffic rules, including wearing helmets, for their own safety. Many motorcyclists also do not wear helmets as required by law, nor do they provide helmets for their children. Even if the adults are wearing helmets, they sometimes neglect helmets for their children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“People should use the pedestrian bridge to cross the street whenever possible,” she said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Throughout the city, for example, entire families can be seen riding motorcycles, including their children -- even infants -- although this is a blatant traffic violation. Traffic regulations limit the capacity of motorcycles to two riders, including the driver.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The parents' driving is also undisciplined, and it is rare that motorists install special car seats for their toddlers or specially designed safety belts for children. Many fathers even seat their children on their laps while driving, with the child holding onto the steering wheel for support.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The police's efforts in promoting road safety, especially to children, however, has yet to attain the desired effect because the young students the importance of the subjects to their futures. *** &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-1394007230534317973?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/1394007230534317973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=1394007230534317973' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/1394007230534317973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/1394007230534317973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2009/01/police-friends-of-children.html' title='Police, Friends of Children'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/Sko62M0HmGI/AAAAAAAAAfE/tRBbMthDT2o/s72-c/IMG_1975b.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2565199188023687414.post-6261388224426819590</id><published>2008-11-13T05:51:00.001-08:00</published><updated>2009-01-28T06:17:30.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kopasus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cijantung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tk kartika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='porseni'/><title type='text'>Anak-anak Semua Hebat!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/SRwxHyXO1HI/AAAAAAAAAFA/4LnPd3kPEF0/s1600-h/gerak+jalan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/SRwxHyXO1HI/AAAAAAAAAFA/4LnPd3kPEF0/s200/gerak+jalan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268139673964696690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Porseni tahun ini, TK Kartika VIII-1 mengirim beberapa tim; ada tim bola keranjang, lari estafet, senam, syair juga nyanyi. Angga terpilih untuk memperkuat tim gerak jalan putera. Wah, bakal seru  nih, bagaimana mungkin, anak-anak TK yang terkenal ga bisa diajak diam, harus dilatih disiplin untuk mengikuti komando Komandan seperti,  “siaaaap grak,  lencang depaaaan grak, maju jalan, jalan ditempat, dan berhenti grak!” Menonton latihannya aja pasti seru.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung TK Kartika VIII-1, terletak di Kompleks Cijantung  yang asri dan adem. Jalan Anyelir, jalan Flamboyan adalah jalur yang dipakai untuk berlatih. Beberapa ibu  kadang menunjukan tanda cemas dan prihatin, “Kasian ya… yang gerak jalan, latihannya panas-panasan!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sih, dibanding yang lain, tim gerak jalan lebih banyak harus berpanas-panasan untuk menunjukan kekompakan tim-nya. Lucunya, pas pulang sekolah, Angga (salah satu anak yang dicemaskan itu) malah dengan santainya ngomong,”Enak ya mah, ikut gerak jalan…” Nah lo. Benar kalau ada yang dibilang kadang cara pandang orang dewasa berbeda dengan cara pandang anak-anak. Yang menurut kita memprihatinkan, eh…menurut anak-anak justru bisa sebaliknya. Jadi ada baiknya kita tidak menjejali mereka dengan pikiran versi kita, biarlah mereka berimajinasi dengan benak mereka sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang seru  ketika acara berlangsung, 8 Nopember 2008. Tim TK Kartika VIII-1, berangkat dengan 4 mini bus. Demi ketertiban dan melatih kemandirian anak-anak, maka bis anak dan pendamping dipisah. Nah, ketika di jalan menuju TMII terjadi kecetan luar biasa, akhirnya 4 bis yang tadinya jalan bersama, jadi terpisah jauh. So... tak ada dokumentasi ketika tim gerak jalan sedang in action.  Tim dokumentasi yang tadinya ingin mengabadikan tim gerak jalan, jadi gagal  karena ketika bis ke dua (dimana orang tua berada) tiba,  tim bu Nunik, yang membawa rombongan gerak jalan putera, sudah selesai mengitari Puspitek TMII. Walah-walah…....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi syukurlah, ketika pengumuman, tim TK Kartika VIII-1 berhasil meraih 4 nomer kejuaraan, dari senam, lari estafet, nyanyi serta…. gerak jalan putera berhasil menjadi juara I.  Hebat!!!.&lt;br /&gt;Selamat buat anak-anak, selamat buat bu Nunik, selamat buat Bu Deni, Bu Yuli, Bu Nunung, Bu Ayu, serta semua mama yang sudah mendampingi anak-anak dan pastinya…  Slamat buat anak-anak semua ….  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2565199188023687414-6261388224426819590?l=rumahkedua-angga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/feeds/6261388224426819590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2565199188023687414&amp;postID=6261388224426819590' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/6261388224426819590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2565199188023687414/posts/default/6261388224426819590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahkedua-angga.blogspot.com/2008/11/porseni-di-tmii.html' title='Anak-anak Semua Hebat!'/><author><name>Ida Nurbagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080400179412187255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/TSOZ3GXGfJI/AAAAAAAABCo/Y1qZBvvbqDg/S220/Copy%2Bof%2BIMG_0910.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Dnkvfq6XYHc/SRwxHyXO1HI/AAAAAAAAAFA/4LnPd3kPEF0/s72-c/gerak+jalan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
